Sergai-Trilogi News:Warga Desa Naga Raja l dan Dusun V Limbong bersama Politisi Senior Pahala Sitorus SH membahas jalan yang tidak pernah dibangun oleh Pemerintah sejak Indonesia Merdeka, di halaman kediaman Kepala Desa Naga Raja 1, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (10/1/2026).
Diskusi membahas jalan rusak bersama Pahala Sitorus SH tersebut penuh hangat dengan canda tawa dan bercerita tentang masa kecilnya sembari menyantap buah bdurian, duku dan rambutan bersama sahabat sahabat kecilnya.
Pahala Sitorus, 58 tahun, selaku politisi senior itu mengatakan, Selain membahas jalan rusak, namun kesempatan ini dijadikannya juga menjadi momen pulang kampung.
"Hari ini saya pulang kampung, ke kampung kelahiran saya, Nagaraja 1.Tadi saya kemari masuk dari Simpang Bandar Jambu, Kabupaten Simalungun dan memang saya juga sudah tahu jalan yang rusak dari Desa Panglong ke Nagaraja 1 ini. Jadi artinya jalan yang kita lalui ini, akses untuk ke jalan nasional dari Nagaraja 1 ini, ada dua jalan, satu lewat ke Bandar Jambu, satu lewat ke Gunung Para.Tapi dua-dua jalannya ini sebenarnya belum jalan yang standar menjadi infrastruktur jalan yang harus dilalui oleh masyarakat"ungkap politisi senior yang pernah menjabat anggota DPRD Tebingtinggi tiga periode itu.
Menurutnya, Kedua jalan tersebut adalah jalan perkebunan milik BUMN PTPN IV Regional 1, Kebun Gunung Para dan PT Bridgestone, namun dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007 perseroan terbatas (UUPT) perkebunan atau perusahaan yang mana jalan itu dilalui menjadi jalan produksi perkebunan itu wajib untuk diperbaiki, wajib untuk ditingkatkan, yang mempunyai standar untuk infrastruktur jalan sehingga setiap masyarakat yang melintas itu tidak kesulitan dan tidak terganggu.Kemudian lanjutnya, undang-undang nomor 32 tahun 2009 terkait penataan lingkungan.
"Jadi, jalan itu juga bagian daripada penata kelolaan lingkungan.Karena apa?
Karena jalan ini kan menyangkut hajat hidup orang banyak. Tanpa jalan yang baik, infrastruktur jalan yang baik, semua kelangsungan kehidupan akan terganggu.
Sebagai contoh, kalau jalan tidak baik, tentu masyarakat akan kesulitan. Apalagi ketika ada masyarakat yang sedang mengalami sakit yang perlu penanganan medis yang harus cepat, tapi dengan kondisi jalan yang seperti ini, tentu belum sampai kepada pelayanan kesehatan, bisa saja dia sudah exit"ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Pahala Sitorus berharap kepada pimpinan perusahaan PT Bridgestone atau Direktur PTPN IV Regional l supaya dapat mengalokasikan anggarannya untuk membangun jalan ini.
"Jadi, ini melalui kesempatan ini, saya bersama teman-teman kecil saya berharap kepada pimpinan perusahaan PT. Bridgestone, dan kepada pimpinan atau direktur utama PTPNusantara IV supaya bisa mengalokasikan anggarannya. Karena hasil karet yang dihasilkan oleh penderes diangkut dengan truk besar, tentu ini juga perlu peningkatan jalan yang baik. jangan hanya mengambil hasil bumi dari sini, tapi jalannya nggak diperbaikin"tandasnya.
Dirinya juga menyebutkan, dalam waktu dekat akan melakukan komunikasi dan diskusi kepada pimpinan kedua perusahaan tersebut, karena semua masyarakat mempunyai hak menikmati infrastruktur yang layak.
"saya selaku putra daerah, tentu dalam waktu dekat ini akan melakukan komunikasi kepada pimpinan kedua perusahaan tersebut. supaya Naga Raja l ini jangan hanya tempat pengambilan hasil, tapi jalannya tidak diperhatikan. Saya tegaskan, semua orang punya hak untuk menikmati infrastruktur jalan yang baik"tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sergai Abdul Rahman Purba mengatakan terimakasih atas informasi dan dukungan.
"Terimakasih informasinya dan dukungannya" ucapnya singkat. (Arm)
